Mengapa Langit berwarna
Biru ????
Penghamburan Rayleigh terjadi saat sinyal yang datang memiliki panjang
gelombang, ?, yang jauh lebih besar dari panjang gelombang resonansi dari
elektron yang terikat dalam sebuah atom atau molekul. Untuk sinar optik yang
menimpa partikel dengan transisi ultraviolet, ini juga berarti kalau ?
jauh lebih besar dari ukuran partikel yang menghambur. Karena ketergantungan
yang kuat dari penampang lintang hamburan pada panjang gelombang. Panjang
gelombang yang lebih pendek, yaitu cahaya biru (cahaya ungu lebih terhamburkan
lagi, tapi mata kita lebih sensitif pada biru daripada ungu), akan lebih mudah
menghambur daripada panjang gelombang panjang (merah). Cahaya biru memiliki
panjang gelombang ? mendekati 470 nanometer dan, karena molekul yang paling
berlimpah di atmosfer, yaitu nitrogen dan oksigen, berukuran sekitar 0.3
nanometer, penghamburan atmosfer jelas tergolong penghamburan Rayleigh.
Partikel debu yang kecil juga berperan, namun penghamburan dominan disebabkan
oleh molekul dan langit akan tetap terlihat biru bahkan tanpa adanya debu.
Untuk geometri seperti dalam gambar 1 berikut, cahaya biru lebih
mungkin menghambur kedalam garis pandangan pengamat daripada cahaya merah.
Akibatnya, matahari yang kuning menghasilkan langityang biru bagi pengamat di
bumi. Walau tidak terlalu jelas, langit malam juga berwarna biru. Walau
lemahnya cahaya di langit malam membuatnya mustahil dikenali oleh mata,
exposure dalam waktu lama dapat mengungkapkan warnanya. Lihat gambar 2.
Gambar 1. Saat pengamat berada dalam medium penghambur
yang acak, cahaya dapat masuk ke matanya dari semua arah bahkan walaupun sumber
asli cahaya hanya berasal dari satu arah saja
Gambar 2. Sebuah potret exposure waktu selama 69 detik
mengungkapkan warna biru pada langit malam.
Bila tidak ada atmosfer, langit siang akan berwarna hitam, kecuali di
tempat adanya matahari itu sendiri. Fakta kalau atmosfer di hari yang cerah
bersifat transparan bermakna bahwa sebagian besar foton bergerak menembusnya
tidak dihalangi dan hanya sedikit yang mengalami hamburan. Inilah mengapa, pada
hari yang cerah, kecemerlangan matahari jauh lebih besar daripada kecemerlangan
langit yang biru.
Untuk geometri seperti pada gambar 3, cahaya biru lebih mungkin dihamburkan
keluar dari garis pandang daripada warna merah. Karenanya, setiap benda
pemancar cahaya di atas atmosfer bumi akan terlihat memerah dan juga memudar,
karena penghamburan Rayleigh. Matahari menjadi lebih merah daripada warna
aslinya bahkan saat ia masih tinggi. Bila garis pandang menembus atmosfer lebih
panjang, seperti saat melihat matahari terbit atau tenggelam (lihat gambar 4),
maka warna memerah lebihdiperkaya dan lebih jelas bagi mata (penghamburan dari
debu, uap air dan molekul besar juga dapat berperan dalam pemerahan). Efek yang
sama dapat diamati untuk benda lain seperti bulan, planet atau bintang. Walau
begitu, foton yang terhambur secara individual sendiri memiliki panjang
gelombang yang sama dengan foton yang datang, karenanya walaupun penghamburan
Rayleigh tergantung panjang gelombang, ia masih merupakan bentuk penghamburan
elastik.
Gambar 3. Contoh penghamburan acak
Gambar 4. Matahari terbit terlihat merah, sama seperti
saat tenggelam
Penghamburan Rayleigh menghasilkan cahaya terpolar sama halnya dengan
penghamburan Thompson (lihat gambar 5). Bahkan walau matahari memancarkan
cahaya yan tidak terpolar, misalnya, cahayanya yang terhambur akan terpolarkan
pada sudut pandang 90 derajat, sebagaimana kita buktikan dengan melihat ke dekat
cakrawala dengan saringan polarisasi saat matahari ada di atas kepala. Seperti
halnya hamburan Thompson, hamburan Rayleigh memberi cara melihat sumber dengan
melihat pada ‘cerminannya’, walaupun dibebani oleh ketergantungan panjang
gelombang . Karenanya mungkin melihat spektrum matahari dengan
mengarahkan spektrometer pada satu posisi di langit jauh dari posisi matahari
itu sendiri. Garis Fraunhofer matahari (garis Fraunhofer matahari adalah garis
penyerapan yang terbentuk dalam fotosfer matahari), misalnya, dapat dilihat
dengan mudah lewat cara ini. Cahaya optik yang kabur dalam sebuah nebula
refleksi (lihat gambar 6) juga akan terpolarisasi.
Gambar 5. Geometri proses polarisasi akibat hamburan
Rayleigh atau Thompson
Gambar 6. Nebula refleksi di sekitar bintang terang,
Merope, salah satu bintang di kluster bintang Pleiades.
Langit berwarna biru dapat dikontraskan dengan warna yang lebih abu-abu
dari tetesan air di awan. Karena tetesan air tidaklah kecil dibanding panjang
gelombang cahaya, penghamburan dari partikel ini bukanlah rezim hamburan
Rayleigh. Ketergantungan panjang gelombang dari penghamburan partikel besar
lebih datar daripada penghamburan Rayleigh, karenanya warna awan terlihat
abu-abu.